|
Donnerstag, 7. November 2002
jagat, 7. November 2002 um 22:46:30 MEZOngkos Transport Ngeteng kadang gak slalu melambangkan kita lagi susah, bisa juga karena kita pengen sesuatu yang lain, pengen tau gimana kita berbaur dengan pengamen, tukang jual obat, penjual tahu dan kacang atau copet sekalipun. Dari Kp. melayu melaju dengan Patas 02, cukup 1000 rupiah, walau tarif resmi 1200, tapi biasa berkilah, ke UKI atau mahasiswa (memang sih statusnya masih..), dari sana banyak bus yang menawarkan ke Cibitung, mulai patas 9C sampai bus merah Giri Indah, cukup dengan 3000, bisa mendapatkan lagu-lagu iwan fals, lagunya Caffeine, Padi bahkan lagu dekade taun 70-an. Dari pintu tol Cibitung, disana sudah diejmput dengan pasukan Ojek, yang notebene pada egois, bayangin. Mereka sendiri asyik dengan Comfortable sebagai pengendara Motor, ya jaketnya, ya helmnya. Nah, kita kadang baru naik aja, udah tancep gas tuh. Sampai ada pemikiran, kenapa gak bawa helm sendiri dari rumah, kalo naik ojek tinggal pake aja. ... Link jagat, 7. November 2002 um 11:12:52 MEZ hari pertama, Cibitung 14 Oct. 02 Cuaca Bekasi tepatnya di Cibitung, panas kerontang. Daerah industri sudah tidak bersahabat dengan kehidupan alam, mereka seenaknya membongkar tanah leluhur tanpa mewariskan apa artinya tanah hijau. Bercelana Jeans dan t-shirt dagadu apa adanya, tanya ke Tukang Ojek yang kebetulan mangkal di mulut kawasan industri MM2100, : "pak,..merten dimana ?" Btw tukang Ojek, disini sudah mulai merambah. Tingkat pertumbuhan Tukang ojek lebih tinggi dibanding jamur yang tumbuh pada musim hujan. Mereka bisa di jumpai hampir di setiap perempatan, pasar, mulut jalan tol serta di trotoar dimana angkutan umum menurunkan penumpangnya. Ternyata untuk lingkungan industri ini, semua tukang ojek lebih mengerti letak geografisnya, dibanding supir taksi yang cuma kenal, argo, pintu tol dan mengerti sedikit daerah bekasi. Baru masuk PT, kepala satpam dengan badan kekar dan muka garang, bukain pintu gerbang, taksi melaju kedalam sembari mengangkat tangan tanda hormat, "Siang pak, ada yang bisa saya bantu..." luluh semua kriteria satpam, yang ada cuma keramahtamahan seorang bapak di pintu gerbang Merten. Lalu, tanpa babibu, saya langsung menerangkan maksud, datang kemudian Pak Jon, putra medan menjemput. Ah, akhirnya bisa mendarat juga dengan selamat di perusahaan saklar ini. Wajah garang badan kekar, cuma cover doang. Nah, nanti ada cerita lain, saat saya kesiangan di Merten, bapak satpam yang satunya sempat galak : "Karyawan baru yach, tau kan disini kalo masuk kerja jam 07:30, ..!!!" ... Link |
online for 8672 Days
last updated: 22.08.02, 08:11 ![]() You're not logged in ... login
![]()
![]() ![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||